Gunung Slamet

Pendakian Gunung Slamet

Tulisan Ini saya dedikasikan untuk mereka-mereka yang mencintai dunia liar, tidak ada maksud apapun dalam tulisan saya kecuali kenang-kenangan untuk masa tua kami suatu saat nanti
hari ini tepatnya tanggal 19 oktober 2011 ,ada ajakan teman azis dari komunitas pendaki sisi utara Gunung Slamet (KASUS 3432) .waktu tinggal 1 minggu lagi, 4 hari sebelum keberangkatan akhirnya sudah dipastikan kalau yang pasti ikut mendaki cuma saya dan azis, dan keesokan harinya mereka yang coba kami rayu untuk ikut akhirnya berubah pikiran ,dan sudah dipastikan yang bakal mendaki ke Gunung Slamet adalah saya (Dedy Irvandy),Minanul Azis (Pilkom A 09),Wahyudi (Pilkom B 09),Fikri(Pilkom B 09),Indra (Pilkom B 09).
26 oktober 2011 (Pembentukan Logo dan nama Jejak Kemakom)
saya dan azis sedang mencoba mendesain Logo UKK yang bakal kami bawa menuju Gn.Slamet ,karena niat lain dari mendaki Gn.Slamet adalah ingin membentuk UKK baru di Gedung Ilmu Komputer Tercinta . sebenarnya ide ini sudah ada dikepala saya sejak awal april 2011 namun baru bisa direalisasikan hari ini . dan saya lihat apresiasi temen-temen ilkom dalam pembentukan Komunitas outdoor seperti ini sangat tinggi,terbukti dari pedaataan yang pernah saya lakukan ada sekitar 13 orang yang siap berpartisipasi disetiap kegiatan yang akan kami lakukan ,namun lagi-lagi semua terhenti karena masalah jadwal kuliah dan kurangnya pengalaman :hammer. sambil berbincang-bincang dengan azis yang sibuk sendiri dengan tugasnya saya pun akhirnya menyelesaikan logo yang ingin kita cetak di banner dengan Nama JEJAK KEMAKOM.

original[1600 x 1588] now[47%]

Logo Jejak Kemakom
28 oktober 2011 (Perjalanan Menuju Pemalang )
disini ternyata wahyudi dan fikri terbentur dengan mata kuliah yang tidak bisa ditinggalkan ,berbeda dengan saya,azis dan indra aka sodong yang siap membolos demi niatan untuk membagakan jurusan tercinta(hahaha lebay banget,bilang aje lo males kuliah ). pukul 5.40 akhirnya kami ketemuan didepan C59 daerah suci untuk berangkat bersama-sama menuju pemalang jawa tengah. kami pun berangkat dengan perlengkapan seadaanya , hanya membawa ransel yang berisikan pakaian tanpa membawa tenda ya… karena buru-buru dan tak tahu harus pinjem kesiapa hehehhe..
setelah breafing cebentar sudah dipastikan formasi selama perjalan ini adalah azis dan indra dengan motor bebek supernya dan saya sendiri dengan motor smash dengan body yang sudah tua . tentunya bung wahyudi & Fikri menyusul ntar sore.
pukul 06.16 akhirnya kami sampe di jatingaor,lumayan cepat karena masih pagi dan panas menyengat dari jatinangor belum keluar. perjalanan masih berlanjut gan, dari nangor menuju sumedang udaranya dingin sekali,dan saya pun harus berhenti sejenak mengganti celana pendek yang saya pake dari kosan ke celana panjang minimal dinginnya tak begitu menusuk hingga tulang rusuk,#nahLoh. pukul 07.08 akhirnya sampe juga di sumedang cuaca yang begitu bersahabat membuat rasa ngantuk pun hilang apalagi banyak anak-anak SMA yang berlarian ke sekolah mungkin karena udah telat ,hehhehe. sepanjang perjalanan melewati sumedang pemandangan yang sering saya jumpai adalah banyaknya orang berjualan tahu goreng sehingga saya sebut kota tahu dengan pemandangn dan gadis-gadis yang eksotis (cantik-cantik gan berbeda di ILKOM :P ). saya sempat tertegun sebentar melihat keindahan alam yang dimilik sumedang apalagi saat melihat sawah-sawah dan bukit kecil yang mengelilinginya (Kalo cewe jelas itu yang pertama)begitu indah nan rapi ,seperti sedang berada disumedang #nahlohkanemanglagidisumedang .hati kecil kami pun tergelitik untuk berhenti sejenak .

original[1024 x 768] now[73.4%]

sumedang dengan alamnya
akhirnya kami sampai di majalengka,disini terasa panas sekali walaupun masih pukul 8.00 pagi, banyak pabrik pabrik kecil diselama perjalann ,perut masih kosong akhirnya istirahat sejenak dan sedkit mencicipi rasa kupat tahu majalengka itu seperti apa.
perjalan masih berlanjut sebelum mencapai cirebon sama melihat sesosok makhluk astral tanpa busana sedkit pun (dibaca orang gila). mungkin karena jauh dari ibu kota provinsi jadi orang-orang seperti ini luput dari perhatian pemerintah atau memang sengaja … dan sesampai dicirebon 8.35 motor ini ternyata butuh asupan energi tambahan ,dan pom bensin menjadi tempat peristirahatan berikutnya. takjauh dari pom bensin saya melihat lagi makhluk yang sama seperti di majalengka ,dan selang 10 Km ditemukan lagi yang sperti itu. Cuaca di cirebon bener-bener panas,mungkin karena dekat dengan pantai kali yee… perjalana masih dilanjutkan . karena mata masih ngantuk akhirnya saya berganti posisi dengan azis sebagai supir baru dan sodong sendiri. pukul 9.45 kita bertiga sampai di brebes disini yang istimewanya adalah penuh dengan telur asin dan bawang merahnya sehingga saya sebut kota brebes sebagai kota telur asin . pukul 10.35 sampai di tegal kota bahari (taunye dari baleho gede gan) dan kita digiring azis untuk menemui pacar tercintanya sembari meminta doa restu sbelum menjadi anak gunung . disini nampak aneh karena sepanjang jalan tak satu pun saya menemui tulisan WARTEG(warung tegal).
dikosan pacarnya azis
pukul 13.32 dengan basah kuyup akhirnya kita sampe juga di rumah azis(Moga ). dengan tas yang basah,sepatu basah ,jacket basah dan helm yang basah kami pun masih tetep semngat,bijimana tak semangat dateng2 disambut keramahtamahan dari keluarganya azis ,  dan disambut meriah oleh ayam-ayam yang sedang bertengger didepan periuk nasi + sambel teri yang super lezat buatan ibunya azis .

original[1024 x 768] now[73.4%]

iniloh sambel teri tempe. wuenyak gan
 selesai makan langsung azis dan sodong langsung  molor sampe sore . dan saya masih bermain dengan anaknya kakak azis namanya raka ,lucu dan juga pinter gan… kecil-kecil udah bisa bahasa jawa loh,saya juga nggak ngerti .

original[1024 x 768] now[73.4%]

nama aku raka kak . salam kenal yes 
 pukul 19.12 lanjut makan lagi ,sbelum rapat besar sama pendaki dari seluruh Pulau Jawa/rumah tetangganya azis ,rapat kali ini ada sekitar 28 orang dari berbagai daerah sperti depok,bandung,semarang ,jakarta dan kota-kota lainnya.  disini lagilagi saya hanya bisa diam dan bicara kalo ditanya, karena rata-rata mereka menggunakan bahsa jawa . sambil makan sate dari tuan rumah tips-tips sebelum mendaki pun di beberkan oleh sesepuh KASUS.  selesai berbincang-bincang tentang pengalaman mastah-mastah malam ini pun diakhiri dengan sesi administrasi , disni kami di sunahkan untuk membayar administrasi sebesar 50.000 rupiah ,dengan fasilitas yang kami dapatkan :
  • Kaos KASUS
  • Makan sebelum dan sesudah  mendaki
  • transportasi ke kampung terakhir
  • Tiket menginap 1 malam di Gunung Slamet
selesai administrasi,kami pun kembali kerumah azis untuk istrihat karena badan ini benar-benar butuh istirahat.
diwaktu yang laen juga ternyata fikri dan wahyudi baru berangkat sekitar pukul 15.00 dari bandung,mereka hanya bermodal nekat karena mereka ber2 belum pernah ke pemalang sebelumnya. sesampai di Kota pemalang mereka pun menghubungi azis untuk menjemput mereka di pusat kota,jarak antara pusat kota dan azis sekitar 1 jam,dan mereka pun sampe dengan pakaian basah dibasecamp sementra . lanjut istirahat dan persiapan buat besok pagi.
tidur dengan kondisi capek buanget om 

tips-tips selama perjalanan jauh:

  • ada baiknya menyiapkan jas hujan ditempat yang mudah terjangkau
  • bawa barang seperlunya saja
  • pake jacket dan celana panjang
  • cek kondisi kendaraan
Sabtu 29 Oktober 2011
Habis sholat subuh ,kami berlima bersegera repacking ulang. cek semua kelengkapan dan juga pembagian tugas mesti bawa apa ja sebelum mendaki ke puncak Gunung Slamet. kami pun disambut dengan makan pagi yang super wuenyak ,biasa masakan mama azis emang TOP .
original[1024 x 768] now[73.4%]

makan besar dengan sambel teri tempe khas rumahnya azis
Pukul 7.30 kami berlima mohon pamit kepada bapak ibunya azis untuk berangkat mencari kitab suci . disambut oleh para tetangga karena rata-rata anak-anak mereka juga akan ikut berangkat karena sebagai tuan rumah
original[1600 x 1200] now[47%]

yang jilbab biru itu ibunya azis gans,sedang melepas rindu dengan anaknya
sesudah memasukan barang-barang bawaan kami ke Truk.kami pun siap berangkat menuju desa terakhir pukul 7.58
original[1600 x 1200] now[47%]

para germbolan pencari kitab suci
kondisi ditruk padet merayap ,hanya bisa gerakin jempol kaki doank. semuanya penuh dengan orang-orang asing yang ramah dan mengasyikan pukul 8.42 pun kami sampe didesa terakhir jurangmangu,kami pun segera menurunkan barang bawaan kami .
original[1600 x 1200] now[47%]

prosesi sakral ,penurunan barang-barang
walau tak saling kenal ,namun sikap gotong royong dan saling membantu antar pendaki sangatlah kental. sekarang lanjut menuju
Pos 1
original[1600 x 1200] now[47%]

original[1200 x 1600] now[62.6%]

Menuju Pos 1 melewati rumah penduduk dan berhenti sejenak di hutan pinus sebelum sampe dipos 1.
daerah yang kita lewati cukup landai,masih melewati kebun-kebun warga kemudian melewati hutan pinus kecil ,disini jalannya rada kecil sampai menuju ke Pos 1,sesampianya dipos 1 kami pun istrihat sejenak sembari menikmati udara sejuk pegunungan. disini saking dinginnya asap kecil pun keluar dari sela-sela lubang keringat kami,dan beberapa senior pun ada yang kwalahan jadi mau tak mau harus kami tinggalkan
POS 2
pukul 9.35 kami pun masih bersama-sama dengan kelompok kecil kami yaitu masih ber5 ,dari pos 1 menuju pos 2 rintangan gunung sudah mulai terasa. dimana jalannya rada mendaki ,kemudian turun lagi ,mesti dan mulai memasuki hutan lebat , disini juga harap berhati-hati karena jalan rada. disini tidak ada pemandangan yang indah ,karena semuanya tertutup hutan lebat dan lembab ,jadi diharapkan untuk menggunakan celana panjang supaya tak diserang oleh pacet/lintah kecil .

original[1024 x 768] now[73.4%]

original[768 x 1024] now[97.8%]

sodong asyikmenikmati rokok ji sam soenya dan azis pun sibuk merayu wanita disebelahnya.
 
dipos 2 tempatnya lumayan gede dibandingkan dengan pos 1,dan disana juga terdapat plang bertulisakan Pondok Gribig dengan ketinggian 1700 Mdpl. disini kami istirahat sejenak sambil bercanda gurau, oh ya saya lupa . dipendakian ini juga di ikuti oleh 2 wanita perkasa dan saya tidak sempat kenalan karena tak tau mesti mulainnya dari mana :malus gan .
tips :
  • ada baiknya berjalan bersama tim
  • gunakan celana panjang karena banyak pacet
  • wajib menggunakan sepatu karena jalan licin dan penuh pacet
  • sediakan minum yang banyak
  • atur napas karena jalan rada menanjak 
 
POS 3
istrihat sudah cukup ,saatnya lanjut ke pos 3 gan. jalan menuju ke pos 3 lumayan enak dibandingkan dari pos 1 ke pos 2 karena rata-rata jalannya rada lebar dan terkadang naik kemudian turun lagi. tapi perjalannya sangat panjang , disini juga anda mesti berhati-hati karena banyak jalan para pemburu hewan liar yang bisa membuat bingung dan tersesat. disini pos 3 kami semua sudah mulai memisahkan diri ,karena ketahanan fisik yang berbeda-beda dan diantara kami ber5 saya berada diurutan ke 3 setelah yudi,fikri dan urutan ke 4dan 5 adalah azis dan sodong. jarak antra kami berlima pun berpisah sangat jauh terkadang saya juga harus masuk kekelompok lainya yang ada dibelakang. selama perjalan di pos 3 anda akan menemukan sebuah tanda batas wilayah antara semarang dengan pemalang . dan banyak sekali pohon-pohon besar yang tubang dimakan usia dan alam.
original[1200 x 1600] now[62.6%]

foto bareng mas-mas dari semarang yang tak tahu namanya,dengan fotograper yang tak tahu juga namanya.
dan beruntungnya saya,ketika sampai di POS 3 hujan besar pun turun , disana sudah menunggu wahyudi dan   fikri yang sudah lama sampe. tak lama kemudian azis dan sodong pun datang dari balik rimbunnya pepohonan. kami pun berlima segera melindungi perlengkapan kami hanya menggunakan trash bag yang saya beli di borma dago. saya pun segera menggunakan jas hujan yang mumer cuma 6000 dengan kualitas lumayan kuat gan,untuk sekali pakai hahahha.
tips:
  • sumber mata air hanya ada di pos 3 jadi manfaatkan sebaik-baiknya
POS 4(terpisah dari kelompok)
gabungan antara jacket dan jas hujan murahaan membuat kami masih bisa bertahan hingga pos ke 4,namun sepanjang perjalana tak semulus bunga mawar. lagi-lagi saya pun harus berpisah di tengah hujan lebat karena kondisi fisik saya yang sudah mulai menurun. disini lagi saya sendirian berjuang menuju pos 4 tanpa satu kelompok pun yang saya temui . sepanjang perjalanan menuju pos 4 rintangan yang harus kita hadapi adalah pohon-pohon tumbang yang memberi beban lebih bagi pendaki yang membawa tas carrir besar seperti yang saya bawa. di dalam carrir tak ada makanan sedkit pun termasuk air,karena didalamnya cuma barang-barang pribadi saya dan azis,sedangkan air semuanya dibawa oleh azis . dan ini adalah kesalahan besar kami ,karena pembagian barang bawaan yang tidak merata akan menjadi beban masing-masing pribadi. kabut pun mulai turun kembali dimana akan mengurangi jarak pandang saya ,paling bisa melihat sekitar 5 meter kedepan. jalur pendakiannya juga semakin menanjak dengan rute yang penuh dengan kelak-kelok . akhirnya setelah berjalan sendiri sekitar 2 jam ,saya menemukan tanaman unik berbuah merah dan kecil-kecil . karena rasa lapar berbaur dengan penasaraan saya memberanikan diri untuk mencoba memakannya karena terinspirasi dari burung-burung kecil yang juga doyan makan buah tersebut. rasanya enak gan mungkin karena lapar yang membabi buta yes .. hahhaha … langkah demi langkah terus saya lewati ,setiap 10 langkah butuh istirahat sekitar 5 menit . karena beban yang dibawa lumayan berat dan jalur juga begitu padat dengan pohon yang tumbang. dibelakang saya masih banyak kelompok-kelompok kecil yang masih menunggu hujan reda sebelum berangkat menuju pos 4. hujan pun mulai reda dan semangat saya juga sudah mulai kembali pulih, untungnya dari pos 1-4 anda masih menemukan petunjuk-petunjuk untuk menuju kepuncak dan satu lagi yang saya bangga dari penjaga gunung slamet yaiitu saya tak menemukan satu sampah pun selama perjalananan. karena tak kunjung sampai juga saya pun sempat putus asa,mungkin karena lelah yang benar -benar lelah ditambah lagi suhu yang dingin sehabis hujan tadi siang. terbesit dipikiran untuk menginap di bawah pohon yang tumbang dengan pakaian basah ini ,karena setiap kali saya berteriak memanggil orang-orang/pendaki lain tak ada jawaban, mungkin karena jarak kami memang benar-benar jauh dari satu dengan yang lainnya. dengan sedikit semangat saya pun mencoba melangkah kembali hingga keluar dari hutan pohon tropis yang besar-besar dan mulai memasuki hutan ilalang bercampur semak belukar. pukul sudah menunjukan 5.30 sore dimana lanngit udah mulai gelap dan pastinya dingin mulai menusuk disetiap persendian yang mulai lelah dengan tugasnya. saya kembali berteriak-teriak semoga saja ada yang menjawab dan benar di teriakan yang ke sekian puluh kalinya ada yang membalas, sontak semangat saya pun kembali naik dan terus mendaki hingga saya bertemu dengan orang yang nasibnya sama dengan saya,yaitu terpisah dari rombongan. disni kondisinya juga sama sperti saya tanpa persediaan makannan sedikitpun , saya mencoba bertanya apakah Pos 4 masih jauh . dia pun menjawab sekitar 100 meter lagi. sambil istrihat berdua saya pun sempat ngobrol kecil untuk melepas lelah kami . dan saya pun minta izin untuk melanjutkan perjalanan saya karena sudah tak kuat lagi menahan rsa dingin dan lapar . perjalanan pun tetap berlanjut dan saya masih berteriak suapaya tak kehilangan arah ,karena saya tak membawa sedkitpun alat navigasi seperti kompas atau GPS. dan terdengar teriakaan yang ramai dari jarak 20 meter ,ternyata disana sudah berkumpul para pendaki yang sudah duluan sampe dan istirahat di POS 4 pukul 18.20 .  sesampai dipos 4 saya pun bersegera ganti ke pakaian yang kering suapaya tak kedingingan lagi dan segera menuju ke api uggun darurat buatan meraka. azis,fikri,sodong dan yudi sudah lama sampe di pos 4 ,mereka pun sedang mencoba meracik ramuan ajaib yaitu wedang hutan khas gunung slamet buatan OTD dari semarang yang tak tahu siapa namanya. karena tak ada satu pun dari kelompok kami yang membawa tenda akhirnya kita pun tidur ditenda pinjaman dari seorang pendaki yg tak dikenal namun baik hati dan tidak sombong. didalam tenda karena dinginnya pekat sekali akhirnya saya ,azis dan sodong pun tidur duluan namun semua berubah karena sodong ngroroknya udah kayak bajay bututz,azis pun keluar tenda dan tidur diluar tenda bareng fikri dan yudi. tidur pukul 20.30 .
tips:
  • dirikan tenda sebelum hujan
  • sleeping bag jangan lupa + matras
  • banyak-banyak bawa kaos kaki min 2 pasang
  • celana panjang dan hangat wajib
  • jangan lupa bawa kaos ganti
  • bikin api unggun buat masak air hangat
  • bawa sarung tangan dingin banget gan
POS 5
pukul 2.00 kami berencana untuk menuju pos 5,namun semua berubah karena tak satu pun yang terbangun kecuali saya ,padahal alaram sudah berbunyi. pukul 3.50 pada bangun dan kami melakukan perjalanan dari pos 4 menuju pos 5. sebelum itu tak lupa isi perut dulu dengan makanan yang sangat mewah .
original[1600 x 1200] now[47%]

Sodong dengan makanan meahnya
original[1200 x 1600] now[62.6%]

azis & fikir dengan wajah kusamnya
original[1600 x 1200] now[47%]

alien yang sok imut 
 
selama perjalan menuju pos 5,kami berlima pun siap berangkat dengan membawa satu ransel saja yang hanya berisikan air minum seadanya,karena dari pos 1 sampe pos 4 hanya dipos 3 ada sungai kecil. lagi lagi ditengah perjalanan saya dan azis berpisah dari rombongan ,sodong ,fikri dan yudi sudah jalan duluan. disini azis ternyata sakit perut jadi mau tak mau dia harus memenuhi panggilan alam dan saya harus menunggu hingga dia beres dari pertapaannya. kemudian saya pun melanjuti perjalanan dan dipos 5 terdapat sebuah gua kecil yang bisa di masuki sekitrar 5 orang. dan terdapat sungai kecil yang airnya tak mengalir didepannya,mungkin saat hujan besar saja. di Pos 5 kami bertemu dengan fikri dan sodong yang menunggu kedatangan kami,sedangkan yudi sudah jalan duluan katanya sih ingin mengejar sunrise .  dari pos 5 sudah kelihatan puncak dari gunung slamet ,tak elok semangat kami yang sempat menurun, tiba-tiba sontak full kembali kemudian berlari menuju ke lereng.
original[1024 x 768] now[73.4%]

dilereng curam dan diselimuti kabut pagi 
original[1024 x 768] now[73.4%]

 hanya tersisa tanaman gunung di lereng puncak slamet 
original[1024 x 768] now[73.4%]

 narsisme dari anaknya rhoma irama
original[1024 x 768] now[73.4%]

dari sini tampak gunung ciremai loh kak 
 
original[1200 x 1600] now[62.6%]

bung fikri di ketinggian 3000 Mdpl
original[1024 x 768] now[73.4%]

foto jadul dari kamera tak jadul 
original[1200 x 1600] now[62.6%]

sang pejuang cinta kita Mr.Azis rhoma
original[1200 x 1600] now[62.6%]

penjajah mie goreng Mr.van de balloy
ternyata perjalanan menuju puncak tak mudah begitu saja,padahal sudah terlihat di ujung mata puncaknya namun karena jalanan yang terjal dan penuh dengan bebatuan membuat langkah kami semakin lambat untuk menggapai puncak . orang pertama dari keselurhan kelompok yang sampai kepuncak adalah wahyudi tepatnya pukul 5.40 ,kemudian disusul fikri 6.20,urutan ke 3 dan ke 4 dari kelompok laen, dan saya orang ke 5 yang sampe di puncak sekitar pukul 06.38 . dan tak lama kemudian ajis dan indra pukul 7.15 untuk urtan ke 6 & 7 dari semua kelompok yang dateng.
original[1600 x 1200] now[47%]

nah klo kita berdiri mengikuti gravitasi tampaknya biji gan 
original[1600 x 1200] now[47%]

awan mulai berdatangan 
original[1600 x 1200] now[47%]


original[1600 x 1200] now[47%]

 

original[1600 x 1200] now[45.4%]

tips :

  • ada baiknya barang-barang ditinggalkan dipos 4 
  • bawa air secukupnya 
  • kalo ada tongkat dibawa aj
setelah puas berjalan-jalan mengeliliingi puncak gunung slamet dan berfoto-foto ria kami pun siap untuk trun ke POS 4 .
original[1024 x 768] now[73.4%]

jejak kemakom di puncak slamet
original[1024 x 768] now[73.4%]

Kru baru dari Moga ,Idan
original[768 x 1024] now[97.8%]

Mr.Van de balloy Di jurang menuju kawah slamet 
original[768 x 1024] now[97.8%]

Mr.Fikri penjual blerang Slamet 
original[768 x 1024] now[97.8%]

foto prawedding mr. Yudi
original[1024 x 768] now[73.4%]

narsisme dari kawah slamet
menuju kawa Slamet 
original[1600 x 1200] now[47%]

tahanan mertua yang kelaparan
Lubang buaya yang super hangat gans
original[1600 x 1200] now[47%]

anak gunung pengais rezeki
original[1600 x 1200] now[47%]

kami sebut ini coklat kemenangan
original[1024 x 768] now[73.4%]

Jejak Kemakom 31 oktober 2011 Gn.Slamet(3432 Mdpl )
Pemandangn Slamet dari sudut 360 derajat
Kembali Ke POS 0
sekarang menunjukan pukul 8.40 ,kelompok yang laen baru banyak berdatangan,mungkin karena cape kali ye. semalem habis ngeronda hahhah. perjalanan menuruni lereng menuju pos 5 ternyata lebih sulit dari pada mendaki nya, itu dikarenakan tidak boleh sembarang berlari karena kondisi tebing yang mudah sekali longsor. rata-rata pemula seperti kami sangat sering terpeleset dan lecet itu menjadi hal yang biasa . selain itu juga siap-siap sepatu anda menjadi korban keganasaan lereng dari Gunung slamet,
original[1600 x 1200] now[47%]

Flora disepanjang lereng slamet
Kru Jejak Kemakom Istirahat sejenak gans di lereng 
original[1600 x 1200] now[47%]

taman Eidelweis yang sudah tua
original[1200 x 1600] now[62.6%]

setelah berhasil menuruni lereng kami ber5 segera menuju POS 4 untuk packing barang-barang bawaan kami, packing selesai kami pun siap menuruni Gunung Slamet. disini kami berlima dibagi menjadi 2 team yang jalan duluan sodong & yudi  ,kemudian disusul oleh saya,azis dan fikri. perjalanan turun dari pos 4 ke pos 3 gampang-gampang susah karena waktu naik menanjak sekali sedangkan waktu turun jalannya jadi rada cepat dan terkadang bisa berlari juga . berhenti kalo ada pohon yang tumbang.
original[1200 x 1600] now[62.6%]

sambil berjalan saya dan yudi menyempatkan untuk mengisi perut yang kosong,dengan mengkonsumsi buah yang tak tau apalah namanya, rasanya manis ,tumbuh subur diketinggian 2000meter, sperti arbei kecil, dan melimpah ruah selama perjalan dari pos 3-5 . sesampai di pos 3 disini petualangan saya dimulai. pukul 13.10
dipos 3 ternyata banyak sekali para pendaki yang mendirikan camp disini ,mungkin karena hujan kemaren siang,dan dipos 3 juga terdapat sungai kecil bisa sekedar cuci badan dan untuk sholat.
KEAJAIBAN SUARA AZAN.
dari pos 3 menuju pos 0 ,akhirnya saya putuskan untuk duluan,meninggalkan fikri dan azis. dari pos 3 menuju pos 2 entah apa yang merasuki saya,bawaanya mau lari terus berhenti cuma sekedar minum,karena persediaan air cuma 1/2 liter saja,saya pun harus berhemat. selama perjalanan menuju pos 2 saya tak mengalami hambatan sedikit pun ,paling tanaman belukar yang berduri saja. ditengah perjalanan saya bertemu dengan 2 orang pendaki yang baru mau naik ke puncak,mereka pendaki dari daerah depok baru datang kemarin sore. berbincang sedkit langsung capcus melanjutkan perjalanan. pukul 13.40 saya sudah dipos 2 ,bayangkan perbedaan waktu saat mendaki sebelumnya beda sekitar 4 jam lebih. istirahat sekitar 1 menit saya pun lanjut berlari menuju ke pos 1 .  selama perjalanan saya tak menemukan satu orang pendaki yg turun ,karena orang pertama turun dari gunung slamet adalah sodong & fikri ,jadi mau tak mau saya harus bisa mencari jalan sendiri menuju pos 1. udara dingin mulai terasa dibalik pepohonan besar ,tak lama kemudian suara gemuruh pun datang mengunjungi saya ,dan kabut tebal pun turun . saya pun melanjutkan perjalanan dengan tetap semangat karena dipikiran saya ini hanya hujan kabut,jadi masih aman untuk turun sendiri. selang beberapa waktu hujan besar pun turun dengan derasnya. saya pun berhenti sejenak untuk berpikir apakah melanjutkan atau menunggu kelompok yang lain. karena saya benar-benar lupa arah mana yang mesti dituju,karena disini banyak sekali simpang-simpang ntah tembus kemana. dengan modal nekat ,ssaya keluarkan jas hujan dari tasnya fikri (waktu turun tukaran tas dulu dari pos 4). dan kemudian saya melanjutkan perjalan menuju pos 1. sepanjang perjalanan lagi-lagi saya mengalami kendala,karena hujan pasukan pacet pun keluar dari singgasanannya dan mulai menyerang kaki bau saya. ntah apa yang diincar para pacet tersebut tapi perjalann masih saya lanjutkan hingga disuatu simpang saya merasa bingung mesti kemana apakah jalan lurus atau turun kebawah,karena tak ada tanda-tanda orang melewati jalur ini, sayapun berteriak moga-moga aj ada yang menjawab dan saya bisa mengambil keputusan untuk jalan dijalur yang mana. karena tak ada yang menjawab teriakan saya ,hanya berdasarkan feeling saya putuskan untuk jalan terus ,dan patahan ranting pun dijadikan patokan . hujan semakin ganas bukannya malah berhenti tapi semakin menggila dan serangan pacet pun tak kunjung usai,salahnya saya lagi waktu trun dari pos 4 saya mengenakan celana pendek dan sambungann celanannya ada di tas yang dibawa fikri. mau tak mau sesekali berhenti untuk mencabut pacet-pacet yang ada dikaki. darah sgar pun mengalir dari bekas gigitan pacet-pacet nakal. bukannya merasa takut teman-temannya saya bunuh,mereka malah menyerang dengan membabi buta hingga saya juga kewalahan membersihkannya . semakin berjalan semakin membuat saya ragu jalur yang saya pilih ini,namun rasa ragu itu tertepis karena disetiap pohon kecil yang saya lewati ada kain berwarna orange,mungkin itu tanda sebagai jalur yang benar. naik turun sungai kecil itu sudah biasa dalam perjalanan menuju pos 1. walaupun saya rasa waktu mendaki tadi saya tak melewati adanya sungai kecil ,sesekali saya jatuh sebagai akibat jalanann yang licin. sudah 1 1/2 jam berjalan menuju pos 1 tak kunjung saya menemui tanda -tanda kehidupan . teriakan-teriakan yang saya lakukan serasa sia-sia saja. dan fatalnya  saya ditemui oleh 4 simpang yang berlwanan arah ,disini saya deklerasikan kalo saya TERSESAT . berhenti sejenak di simpang tersebut,dan berteriak adalah hal-hal yang sia-sia karena tak ada jawaban dari siapapun. disini saya benar-benar sudah pasrah ingin rasanya menangis ,tapi dipikir-pikir apa gunanya apakah dengan menangis masalah saya bisa terselesaikan , saya diam sejenak dan berdoa kepada Allah SWT semoga aj pilihan antara 4 simpang yang akan saya pilih ini benar. karena kalo kembali kesimpang berikutnya bisa-bisa butuh waktu 6 jam lagi karena kondisi fisik saya dan jalanan yang menanjak. dengan membaca bismillahirohmanirrohim saya putuskan untuk mengambil jalur sebelah kiri. perjalanan pun masih berlanjut lagilagi tanpa makanan dan minuman,untungnya hari hujan jadi saya bisa langsung menikmati air jernih dari mata air sang Pencipta saya. setiap simpang yang saya temui selalu saya beri tanda dengan mematahkan ranting-ranting bukti kalau saya tadi melewati jalur itu. dan betapa terkejutnya saya,ternyata jalur yang saya lewati bukanlah jalur yang biasa para pendaki lewati ,melainkan jalur air turunnya hujan. saya pun harus putar otak jalan terus apakah harus kembali ke jalur sebelumnya . disini kondisi psikologi saya benar-benar tertekan,selama ini saya belum pernah merasakan begitu dekat dengan kematian dan sekarang saya merasakan hal-hal yang mungkin pernah dirasakan oleh para pendaki saat mereka tersesat. semua rasa emosi,sedih,takut bercampur menjadi satu. dan saya pun sempat berpikir mungkin ini lah terakhir kali saya bertemu dengan anda sekalian. karena kondisi psikologi yang down ditambah lagi kondisi tubuh yang benar-benar tak bisa diharapkan lagi . usaha teriakan tak ada gunanya,mau kembali juga tak mungkin karena jalur yang saya lewati benar-benar licin dan terjal, saya putuskan dengan sisa tenaga untuk melanjutkan perjalanan, selang beberapa langkah dimana kondisi benar-benar tak memungkinkan akhirnya saya menemukan sebuah pohon pisang. disini saya berpkir pohon pisang itu hanya tumbuh jika ada orang yang menanamnya dan saya pun mencoba berteriak apakah ada penduduk yang berkebun didaerah ini. untuk menuju ke perkebunan pisang ini ternyata juga tak semudah yang saya harapkan , saya harus menuruni sebuah jurang yang cukup dalam sekitar 15 meter dan kecuraman bisa dikatakan sampai 80 derjaat . mau tak mau saya harus mengorbankan tas fikri sebagai bantalan uanntuk turun kebawah ,walau sempat terjatuh dan berputar-putar kebawah tak elok mengurangi sisa semangat yang terisa . akhirnya didepan saya menemukan hutan pinus kecil ,disni banyak sekali bekas orang-orang yang mengambil getahnya ntah buat apa, dan saya pikir sekarang saya sudah selamat. kondisi badan ini benar-benar lelah ,karena tak ada bahan makanan saya mencoba makan dedaunan yang kira-kira bisa dimakan . sambil berjalan dari kejahuan saya melihat pondok-pondok kecil dan bergegas saya menuju kesana dengan menuruni sengkedan-sengkedan buatan penduduk desa. dan benar ternyata disana ada pondok namun tak ada satu pun penghuni yang ada disana . mencoba mengucapkan salam tak ada jawaban kecuali jawaban dari kambing-kambing penduduk . satu jam berjalan-jalan di kebun penduduk lagi-lagi putus asa ini muncul karena tak satu pun saya menemukan orang disini,sudah 2 kali saya harus menyebrang sungai-sungai yang lumayan besar untuk menuju ke pondok -pondok dan perkebunan penduduk dan hasilnya tetap nihil,tak ada jawaban sedikitpun . kondisi tubuh ini benar-benar sudah diambang batas,dinginnya tangan sudah tak terasa lagi,untuk berpegangan di ranting saja tak sanggup ,namun kaki ini masih ingn melangkah pulang. sempat terpikir untuk tidur bersama kambing-kambing penduduk karena setiap pondok yang ditemui hanya berisikan kambing atau ayam. didepannya juga ada kebun jagung,mungkin ini bisa menjadi pengganjal perut sampe bsok pagi. niat untuk mencuri jagung sudah bulat. tiba-tiba saya mendengar suara azan ashar dari kejauhan dan pikiran untuk mencuri dan tidur dengan kambing pun harus diurungkan, sungguh merdu suara azan yang saya dengar ,mungkin ini suara azan terindah atau ini lah salah satu keajaiban dari suara Azan dan hujan pun reda . langkah demi langkah saya mengikuti sumber suara ,karena kebun penduduk disini luas sekali . dan akhirnya setalah jauh berjalan saya melihat ada rumah penduduk dan bergegas saya menuju kesana. dirumah yang pertama mencoba untuk mengucapkan salam tapi tak ada jawaban,mungkin karena hujan tadi jadi mereka tertidur dengan pulas. saya mencoba bertamu di rumah yang ke 2 dan setelah 3 kali mengucapkan salam akhirnya sesosok wanita cantik ya.. seumuran saya membuka pintu,betapa kagetnya kali.. bukannya menjawab pertanyaan saya “saya ada dimana ?”malah dia kabur kedalam dengan takutnya melihat tampang saya.dan memanggil orang tua bersama keluarga-keluarga dia. mereka pun heran dari mana saya berasal,disini saya jelaskan kalo saya tadi nyasar ,turun dari gunung slamet  dan sampai disni. tak menunggu waktu lama sayapun bertanya” saya ada didesa apa dan desa jurangmangu ada disebelah mana ?”. betapa kagetnya saya saat mengetahui kalo jarak antara desa ini dengan jurangmangu kurang lebih 5 kilometer. tak lupa mengucapkan terima kasih saya pun langsung mencari mushola terdekat ,kemudian membersihkan diri. setelah membersihkan diri pacet-pacet yang ada dikaki saya sekarang sudah gendut dan mulai melepaskan diri dengan sendirinya mungkin karena sudah kenyang kali. saya pun melanjutkan perjalanan sesuai dengan petunjuk yang diberikan keluarga tadi, sepanjang jalan setiap saya bertanya apakah masih jauh. mereka bilang jalan saja mungkin 1 ato 2 jam lagi sampe kok mas,dan rata-rata mereka menggunakan bahasa jawa. jadi saya mesti bertanya kepada anak-anak kecil atau orang yang seumuran dengan saya. perjalan tetap berlanjut dan setelah muter kesana kemari akhirnya saya sampai ke basecamp pertama yaitu pos 1. disini saya bergegas menggantikan pakaian yang sedikit basah karena hujan . dan bertemu dengan sodong dan yudi yang sudah lama sampai di pos 0 . beberapa menit kemudian ajis dan fikri beserta rombongan laiinya sudah turun dan kembali berkumpul dengan para pendaki yang  lain tentunya setelah mereka bersih -bersih. setelah semua kumpul acara makan-makan dan perpisahaan pun di laksanakan , disini saya tak sempat bercerita sedkit pun tentang pengalaman saya kenapa bisa telat . pukul 19.20 truk yang mengankut kami akhirnya datang dan pukul 20.00 akirnya kami tiba di basecamp tempat dimana kami berangkat tadi.
Jamuan  terakhir
sampai di rumah azis ,dingin yang saya raskan tadi siang masih terasa hingga sekarang. bergegas saya mandi lagi kemudian sholat isya dan langsung tidur. rencanya kami akan pulangkebandung malam ini pukul 1.00 tapi tak ada satu pun yang bangun,padahal sudah dibangunin oleh ibunya azis, bangun sebentra kemudian tidur lagi. hingga diputuskan kalo pulangnya besok aj pagi-pagi . jam 5.00 azis ternyata sudah bangun duluan ,dia sudah mandi pagi dan sholat subuh,disusul oleh saya ,fikri dan yudi. disni sodong masih terlelap tidur hingga terbangun saat makan pagi tiba pukul 6.20 kita sarapan ,setelah packing ulang akhirnya kita pamitan kepada orangtua dan keluarganya azis untuk pulang menuntut ilmu di kota orang.
original[1600 x 1200] now[47%]

foto bareng sama bang oma irama 
original[1600 x 1200] now[47%]

dari kiri>> fikri,bapak & ibu azis ,raka(ponakan azis),yudi,dbelakang sodong ,azis.
inilah kenang-kenangan terakhir sebelum kami meniggalkan rumah azis . saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada keluarga lo zis, mulai dari kita sampe hingga mau pulang kebandung banyak sekali jasa-jasa yang sudah diberikan kepada kita kita. sampe gw mesti denger curhat ibu lo tentang betapa takunya lo kuliah di bandung hahaha. dan untuk pembaca ,mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah  yes.
Jejak Kemakom
azis,balloy,fikri,sodong,yudi
perjalanan pulang menuju bandung pun tak mulus ,yudi dan fikri harus rela ditilang dan kemudian disidang didaerah tegal 2 minggu kemudian.
Categories: Climbing, Gunung Slamet, Hiking, Jawa Tengah, Mountain, Traveling | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 156 other followers