Tracking ke Gunung Tangkuban perahu via Desa Jayagiri

Jejak Kemakom

Bosan dengan segala rutinitas yang hampir monoton dan menguras pikiran selama di Kampus? mau refreshing sekaligus olahraga? mau naik gunung tapi tidak terlalu cape?

Mari dicoba untuk tracking ke salah satu gunung yang legendaris di bandung atau lebih tepatnya di Lembang. Gunung Tangkuban Perahu. Salah satu objek wisata yang cukup terkenal bahkan sampai ke mancanegara. Jejak Kemakon mencoba menikmati keindahan Gunung Tangkuban Perahu dengan cara lain yang lebih asik dan menanntang. Jalan kaki ke Tangkuban perahu dari gerbang Jayagiri.

Setelah mengumpulkan beberapa informasi sekaligus open trip ke rekan-rekan di Kampus khususnya bagi anak Ilmu Komputer UPI, banyak peminatnya, tapi akhirnya hanya 9 orang yang melakukan tracking ke gunung tangkuban perahu ini.

Tim Tracking ke tangkuban Perahu

 

Perjalanan menuju ke kawah dengan team ini, seharusnya hanya memakan waktu sekitar 2 atau 3 jam. Kami akhirnya tau nyasar setelah jalan yang dilewati menjadi hutan belantara yang basaaaaah, berlumut dan menyadari bahwa hutan ini sepertinya tidak dilewati orang-orang.

Ketemu Bapak-bapak yang menyarankan berbalik arah, mumpung belum jauh nyasar, katanya kalau lewat hutan ini akan nyasar dan perlu waktu 3 sampai 4 jam atau bahkan akan nyasar se nyasar-nyasar-nya
BEGO emang… lanjutin lewatin hutan yang tak bertuan. Kata ketua rombongan sih biar keren dan kita adalah pembuka jalan pertama di hutan ini. HELL-o kita bersembilan sangat buta dengan daerah ini, berharap pada puncak gununng yang entah tidak terlihat sama sekali.

Perjalanan

Tracking ke tangkuban Perahu

 

HAP HAP HAP
3 jam berlalu
Akhirnya ada tower, ah ada warung, ada papan arah. KITA SELAMAT sampai di titik pemberhentian tracking. Terharu rasanya menyadari melewati hutan aneh tadi dan bisa kembali ke jalan yang benar.
Makan dengan brutal di warung ini. Lalu shalat di tempat penelitian penangkal petir milik ITB yang dijaga oleh si Bapak penjual.
Pop mie, kopi, roti, oreo, kacang asin, susu dilahap disini. Lapar

Petunjuk arah

Istirahat di warung

 

Istrirahat di warung

Oke. Dilanjutkan menuruni jalan terjal yang katanya mirip dengan jalur gunung gede. Beneran terjal, bau belerang, tanahnya agak licin. Sektar 20 menit
Hore, kecium bau belerang, terlihat kawah ratu tangkuban perahu yang tanpa pagar, karena memang bukan kawah yang diperuntukan pengunjung umum.
Seketika disana saya mendadak sangat parno dengan ketinggian, takut aja lihat kawah yang curam, mengepulkan uap dan belerang yang tajam.

Kawah ratu tangkuban perahu

Melanjutkan perjalanan sebentar, akhirnya masuk ke area kawah ratu tangkuban perahu yang untuk umum.
Yang dilakukan pertama adalah ketawa-ketawa, sembilan orang dengan cuek dekil, saya waktu itu pakai kaos hitam, celana pendek, sandal gunung, daypack, topi, kaki banyak luka dan KOTOR berbaur dengan orang-orang yang sedang liburan di tangkuban perahu.
Ketemu juga sama orang Korea.

Tiba di area tangkuban perahu dikejar-kejar pengelola yang minta kita buat bayar lagi uang masuk area ini. GA MAU ! soalnya kan kita udah bayar pas di jayagiri, walaupun cuma 5.000 tapi kan kita udah bayar. pokonya udah bayar !
Akhirnya setelah si pengelola ngejar-ngejar kita dengan berbagai alasan nyuruh kita bayar lagi, dia menyerah dengan kesal.

Di area kawah ratu tangkuban perahu hanya kami habiskan selama kurang lebih 20 menit, selanjutnya pulang lagi. Sempat kami debat untuk mengambil jalur pulang, naik mobil atau tracking lewat hutan kembali ? Sementara cuaca mulai mendung dan khawatir hujan dan ada anggota wanita yang ngotot pulang naik mobil. Tapi . . . Pilihannya adalah tetap  Tracking lewat hutan lagi. Jalan kaki lagi? lewat hutan lagi? cape lagi? Tapi kami meyakini bahwa perjalan ini akan menyenangkan.
3 jam melewati hutan !
Nyasar dan tak tau jalan pulang lagi. Seriusan. KIta nyasar lagi ke perkebunan kopi, rombongan terpisan 2 bagian, depan dan belakang.

Cape ! Pasti, tapi dalam setiap perjalanan akan selalu ada hal-hal yang kita petik hikmahnya, akan ada satu dua hal atau banyak pengalaman berharga bila dibandingkan tidak mencoba sama sekali. Yang jelas kami pasti tidak akan bosan-bosannya untuk melakukan perjalanan-perjalanan ke tempat baru.
Lain kali bila ada yang hendak tracking lagi ke Tangkuban perahu tapi ga mau nyasar. Ayoooooo hubungi Jejak kemakom, kami siap menemani dan menjadi Guide🙂

Jejak Kemakom

 

Categories: Activity, Hiking, Jawa Barat, Mountain, Traveling | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Tracking ke Gunung Tangkuban perahu via Desa Jayagiri

  1. Liputan menarik… keep lestarikan alam

  2. Ade Rizki Purdianto

    mau nanya nih, kalo dari cikole ke jayagiri naik apa? jauh engga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: